Keluhan sakit kepala seringkali dirasakan oleh hampir seluruh orang. Bahkan migraine sebagai salah satu jenis sakit kepala, dirasakan oleh 15% populasi di dunia. Sakit kepala memang penyakit umum yang biasa dirasakan dan dianggap sepele. Padahal, sakit kepala bisa saja berlanjut menjadi penyakit kronis.

Berdasarkan penyebabnya, sakit kepala terbagi menjadi 2 kelompok, yakni sakit kepala kronis primer yang murni muncul tanpa ada sebab atau penyakit dasar lain yang memicu, dan sakit kepala kronis non-primer yang muncul atau dipicu oleh penyakit lain.

Berbeda dengan sakit kepala kronis primer yang pada banyak kasus tidak diketahui sebabnya, sakit kepala kronis non-primer biasanya timbul akibat adanya infeksi atau gangguan pembuluh darah atau otak, tumor otak, cedera atau gangguan tekanan pada otak.

Sakit kepala berdasarkan keluhan yang timbul pun terbagi menjadi beberapa jenis, antara lain:
1. Sakit Kepala Tegang Kronis
Gejala yang timbul adalah adanya tekanan pada kedua sisi kepala. Sakit kepala tegang yang kronis dapat timbul tanpa adanya pemicu dari aktivitas fisik. Intensitasnya bisa dimulai dari rengan hingga menengah dan dapat terjadi peningkatan sensitivitas jika ada sentuhan di bagian kepala.
2. Migrain Kronis
Dikenali dengan adanya rasa sakit di satu atau dua sisi kepala dengan sensasi berdenyut, migrain lebih mudah muncul pada orang yang sebelumnya pernah mengalami migrain. Migrain kronis bisa dipicu oleh aktivitas fisik yang rutin dan mungkin diiringi oleh rasa mual, muntah, dan sensitive terhadap cahaya juga suara.
3. Sakit Kepala yang Baru Timbul dan Terjadi Terus-menerus
Biasanya muncul secara mendadak, dan umumnya terjadi selama tiga hari berturut-turut pada serangan pertama. Gejala sakit kepala yang dirasakan berupa tekanan atau kepala terasa mengencang tanpa dipengaruhi aktivitas tertentu.
4. Hemicrania Continua
Ditandai dengan sakit di satu sisi kepala yang dirasakan setiap hari secara terus-menerus dengan intensitas naik-turun. Gejala lainnya dari sakit kepala jenis ini berupa mata berair atau berubah kemerahan pada sisi yang terasa sakit, hidung tersumbat atau berair, menurunnya kelopak mata atau pembesaran pupil, dan mudah merasa lelah. Sakit kepala ini bisa saja diperparah dengan timbulnya gejala mirip migrain.
5. Sakit Kepala Berulang (Rebound Headache)
Merupakan sakit kepala yang muncul akibat penggunaan obat pereda nyeri atau obat ergotamine secara berlebihan dan dalam jangka waktu yang lama untuk mengobati migrain yang dihentikan secara tiba-tiba.
6. Sakit Kepala Akibat Peningkatan Tekanan Intrakranial (Di Dalam Rongga Kepala)
Seringkali diawali dengan sakit kepala konstan selama beberapa waktu pada saat tekanan di dalam rongga kepala meningkat secara bertahap yang diikuti oleh gejala lainnya berupa muntah, kejang-kejang, dan gangguan penglihatan. Biasanya sakit kepala ini dipicu oleh tumor otak, kista, atau volume cairan otak yang meningkat.
7. Sindrom Pasca Trauma
Biasanya muncul setelah kepala mengalami trauma dan terjadi dalam jangka waktu yang lama.
8. Sakit Kepala Akibat Usia Lanjut
Umumnya dialami oleh mereka yang berusia di atas 60 tahun, yang dipicu oleh tekanan bola mata yang meningkat atau disebut glaucoma, baru sembuh dari penyakit herpes, penyakit pembuluh darah seperti arteritis sel raksasa, atau alasan psikologi tertentu.
Sakit kepala dan gejala yang dirasakan setiap orang mungkin akan berbeda, Untuk itulah, ada baiknya Anda segera mengonsultasikan kondisi kesehatan Anda kepada dokter agar mengetahui dengan pasti tentang keluhan sakit kepala yang Anda rasakan.